Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Sintang Gandeng Forum Ketemenggungan, Perkuat Demokrasi Berbasis Kearifan Lokal

Bawaslu Sintang Gandeng Forum Ketemenggungan, Perkuat Demokrasi Berbasis Kearifan Lokal

SINTANG – Bawaslu Kabupaten Sintang terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dalam upaya membangun demokrasi yang berintegritas. Kali ini, Bawaslu menjalin sinergi dengan Forum Ketemenggungan Kabupaten Sintang untuk memperkuat peran masyarakat adat dalam pendidikan demokrasi, pengawasan partisipatif, serta pencegahan pelanggaran pemilu.

Langkah awal kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang dilaksanakan di kediaman Ketua Forum Ketemenggungan Kabupaten Sintang pada Rabu (8/7/2026). Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi momentum membangun komitmen bersama dalam menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Sintang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sintang, Stefanus Kardi, menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil tidak dapat dicapai hanya oleh penyelenggara pemilu. Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk masyarakat adat, merupakan faktor penting dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas.

"Pengawasan pemilu tidak bisa dilakukan oleh Bawaslu sendiri. Kami membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk Forum Ketemenggungan sebagai representasi masyarakat adat. Nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun, seperti kejujuran, musyawarah, dan menjaga keharmonisan, merupakan modal yang sangat berharga dalam membangun budaya demokrasi yang damai dan berintegritas," ujar Stefanus Kardi.

Ia menambahkan, tokoh adat memiliki pengaruh yang kuat di tengah masyarakat sehingga dapat menjadi mitra strategis Bawaslu dalam meningkatkan literasi demokrasi, mengedukasi masyarakat untuk menolak politik uang, serta mendorong partisipasi aktif dalam mengawal setiap tahapan pemilu.

"Silaturahmi ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan. Kami berharap kolaborasi ini dapat melahirkan berbagai program bersama yang mampu memperkuat pengawasan partisipatif hingga ke tingkat masyarakat adat," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Forum Ketemenggungan Kabupaten Sintang, M. Andreas Calon, menyambut baik inisiatif yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Sintang. Ia menilai kolaborasi tersebut merupakan langkah positif dalam menjaga kualitas demokrasi, khususnya melalui penguatan peran masyarakat adat.

"Kami mengapresiasi langkah Bawaslu Kabupaten Sintang yang terus membangun komunikasi dengan masyarakat adat. Terutama dalam upaya memerangi politik uang dan menjaga nilai-nilai demokrasi yang jujur serta bermartabat. Forum Ketemenggungan siap bersinergi dan berkolaborasi bersama Bawaslu untuk membangun demokrasi yang lebih baik di Kabupaten Sintang," ungkapnya.

Melalui kolaborasi ini, Bawaslu Kabupaten Sintang berharap nilai-nilai kearifan lokal dapat menjadi bagian dari penguatan budaya demokrasi. Sinergi antara penyelenggara pemilu dan masyarakat adat diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mengawal setiap proses demokrasi, sehingga tercipta pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil) serta berintegritas.

"Demokrasi yang kuat lahir dari kolaborasi, dan kearifan lokal adalah fondasi penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi."

foto bersama

Humas

Tag
Berita