Netralitas Bukan Sekadar Imbauan, Bawaslu Sintang Fasilitasi Agenda Lewat Selasa Menyapa
|
SINTANG — Netralitas aparatur menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga keadilan dan integritas penyelenggaraan pemilu. Untuk memperkuat pemahaman mengenai hal tersebut, Bawaslu Kabupaten Sintang memfasilitasi kegiatan Selasa Menyapa yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat secara daring melalui Zoom, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini mengangkat tema “Ketegasan Bawaslu dalam Pengawasan Netralitas ASN, TNI/Polri, Kepala Desa, dan Aparatur Desa pada Pemilu Tahun 2024.” Tema tersebut menjadi ruang diskusi untuk memperdalam pemahaman mengenai pentingnya pengawasan netralitas aparatur dalam menjaga proses demokrasi yang adil dan berintegritas.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat, Uray Juliansyah, S.Pd., M.H. Diskusi dipandu oleh Sutami sebagai moderator, dengan menghadirkan Candra Apriansyah, Anggota Bawaslu Kabupaten Sanggau, sebagai narasumber, serta Ari Juniarman, Anggota Bawaslu Provinsi Jambi, sebagai penanggap.
Melalui forum ini, para peserta mendapatkan ruang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pengawasan netralitas aparatur, termasuk pentingnya ketegasan dalam menjalankan fungsi pengawasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Netralitas aparatur merupakan prinsip penting agar pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik tidak disalahgunakan untuk kepentingan politik praktis. Oleh karena itu, pengawasan terhadap netralitas ASN, TNI/Polri, kepala desa, dan aparatur desa menjadi bagian dari upaya menjaga kesetaraan serta kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi.
Fasilitasi kegiatan Selasa Menyapa oleh Bawaslu Kabupaten Sintang juga menjadi wujud dukungan terhadap penguatan kapasitas jajaran pengawas pemilu melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai tantangan pengawasan netralitas aparatur dan mendorong pelaksanaan tugas pengawasan yang profesional.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu terus mendorong penguatan komitmen bersama dalam menjaga netralitas aparatur sebagai salah satu fondasi demokrasi yang berintegritas. Pengawasan yang tegas, profesional, dan sesuai aturan diharapkan dapat mendukung terciptanya proses pemilu yang adil serta menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga demokrasi.
Netralitas dijaga, integritas ditegakkan, demokrasi dikawal!
Humas