Lompat ke isi utama

Berita

Dorong Pengawasan Berbasis Aksi, Bawaslu Sintang Tekankan Pentingnya “Level Bergerak” dalam Partisipasi Publik

Dorong Pengawasan Berbasis Aksi, Bawaslu Sintang Tekankan Pentingnya “Level Bergerak” dalam Partisipasi Publik

Anggota Bawaslu Kabupaten Sintang, Aloysius Kusnadi saat meyampaikan materi pada kegiatan P2P Daring Bawalu Kabupaten Sintang, Selasa (4/11/2025).

Sintang — Upaya penguatan pengawasan partisipatif bukan hanya sebatas pemahaman konsep, namun harus diwujudkan dalam aksi nyata di masyarakat. Hal ini disampaikan oleh narasumber Bawaslu Kabupaten Sintang, Aloysius, saat membawakan materi berjudul “Capaian Pengawasan Partisipatif: Level Berfungsi dan Level Bergerak” dalam kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang digelar secara daring, Selasa (4/11/2025).

Dalam pemaparannya, Aloysius menjelaskan bahwa capaian pengawasan partisipatif idealnya diukur melalui dua level utama, yaitu Level Berfungsi dan Level Bergerak.

Menurutnya, Level Berfungsi menggambarkan kondisi ketika masyarakat atau kelompok sudah memahami peran, fungsi, dan pentingnya pengawasan partisipatif dalam Pemilu. Sementara itu, Level Bergerak menunjukkan tingkatan yang lebih tinggi, yakni ketika kelompok masyarakat tersebut tidak hanya memahami, tetapi juga aktif melakukan tindakan konkret dalam pengawasan Pemilu di lingkungannya.

“Pengawasan partisipatif baru dapat dikatakan berhasil apabila masyarakat tidak hanya tahu, tetapi mau turun langsung dan terlibat dalam aksi nyata pengawasan,” tegas Aloysius.

Ia mencontohkan hasil positif dari program sosialisasi dan pembentukan Kampung Pengawasan di Desa Merarai, Kecamatan Sintang, yang berhasil mendorong masyarakat setempat aktif memantau proses tahapan Pemilu. Keterlibatan warga dalam memberikan laporan, edukasi publik, hingga menginisiasi diskusi demokrasi menjadi bukti bahwa masyarakat telah mencapai Level Bergerak.

Aloysius menambahkan bahwa transformasi dari “berfungsi” menuju “bergerak” membutuhkan strategi pendampingan yang berkelanjutan, kemitraan dengan komunitas lokal, serta ruang kolaborasi yang memungkinkan masyarakat bertindak sebagai pengawas demokrasi.

Dengan adanya peningkatan kapasitas dan partisipasi publik, Bawaslu Sintang berharap semakin banyak komunitas yang berubah dari sekadar memahami pengawasan menjadi penggerak perubahan di daerah masing-masing.

Humas Bawaslu Sintang

Tag
Berita