Ketua Bawaslu Sintang Hadiri Dialog Pembauran Kebangsaan, Tegaskan Pentingnya Sinergi dalam Menjaga Nilai Persatuan
|
Sintang — Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sintang, Stefanus Kardi, menghadiri kegiatan Dialog Pembauran Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sintang bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), pada Rabu (13/11/2025) di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sintang.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari organisasi perangkat daerah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga perwakilan lintas etnis dan komunitas budaya di Kabupaten Sintang. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat nilai-nilai kebangsaan, meningkatkan toleransi, serta memperkokoh rasa persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Bawaslu Sintang menyampaikan pandangannya terkait pentingnya sinergi antar-lembaga dan masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial dan demokrasi yang sehat.
“Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu memiliki tanggung jawab bukan hanya dalam konteks kepemiluan, tetapi juga dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dan persatuan bangsa. Semangat pembauran kebangsaan ini sejalan dengan upaya Bawaslu dalam membangun partisipasi masyarakat yang inklusif,” ujar Stefanus.
Stefanus menambahkan bahwa dialog lintas elemen masyarakat seperti ini sangat penting untuk memperkuat fondasi kebangsaan, terutama menjelang tahun-tahun politik mendatang. Ia menilai bahwa keberagaman yang ada di Sintang merupakan kekuatan besar yang harus terus dirawat melalui komunikasi yang terbuka dan kerja sama yang berkelanjutan.
“Kita harus terus menanamkan semangat saling menghargai dan menjaga ruang dialog agar perbedaan tidak menjadi pemisah, melainkan menjadi perekat dalam kehidupan berbangsa,” tambahnya.
Dialog ini juga menghadirkan narasumber dari Keapala Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Barat. Dalam sesi diskusi, peserta membahas berbagai isu sosial, tantangan kebangsaan di era digital, serta peran aktif generasi muda dalam menjaga harmoni sosial dan menolak intoleransi.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Sintang sangat mengapresiasi dan menegaskan kembali dukungannya terhadap setiap upaya kolaboratif yang memperkuat ketahanan sosial dan memperkokoh demokrasi di tingkat daerah.
“Menjaga demokrasi bukan hanya soal pemilu yang jujur dan adil, tetapi juga tentang menjaga persatuan di tengah keberagaman. Karena tanpa rasa kebangsaan yang kuat, demokrasi tidak akan kokoh,” tutup Stefanus.
Humas Bawaslu Sintang